Kau Hebat, Meski Dunia Tak Selalu Melihat
Kau Hebat, Meski Dunia Tak Selalu Melihat
(Oleh: Siti Nurlani)
Untukmu yang selalu tersenyum,
Meski hatimu kadang tersayat,
Tak apa, kau boleh menangis,
Karena berpura-pura kuat itu melelahkan.
Kau tak perlu selalu sempurna,
Kau manusia, punya batas dan rasa,
Tangismu bukan tanda lemah,
Tapi cara jiwa untuk sembuh perlahan.
Lihatlah sejenak dalam cermin,
Di sana ada seseorang yang hebat,
Yang telah melewati badai demi badai,
Meski dunia sering tak mengerti.
Kau sudah jauh melangkah,
Jauh lebih hebat dari yang kau sadari,
Meski dunia sering kali buta,
Terhadap betapa kerasnya usahamu.
Biarkan dirimu bersandar,
Istirahat dari semua yang berat,
Karena kau pantas untuk dicintai,
Tak hanya oleh dunia, tapi oleh dirimu sendiri.
Setiap langkah yang kau ambil,
Meski tertatih, meski perlahan,
Adalah bukti bahwa kau kuat,
Lebih dari yang kau sadari.
Ingatlah,
Kau adalah jiwa yang kokoh,
Meskipun kadang kau merasa runtuh,
Tak berarti kau rapuh,
Hanya butuh waktu untuk bernafas, untuk berhenti sejenak.
Jadi menangislah, jika itu yang kau butuh,
Biarkan air mata menjadi penyembuh,
Tapi jangan pernah lupa,
Kau lebih dari sekadar apa yang dunia lihat.
Kau kuat, kau hebat,
Bahkan ketika tak seorang pun melihat,
Kau adalah pahlawan dalam ceritamu sendiri,
Dan itu lebih dari cukup.
Comments
Post a Comment