Harapan Sunyi di Balik Mata Kucing Jalanan
Harapan Sunyi di Balik Mata Kucing Jalanan
(Oleh: Siti Nurlani)
Di
sudut tangga yang sepi
Kucing
jalanan menatap, diam tak berkata,
Mata
sayunya bercerita tentang luka,
Hidup
di bawah langit yang tak kenal cinta.
Di
balik tatapan hampa itu tersimpan harap,
Meski
samar dan hampir hilang dalam gelap,
Namun
kucing jalanan tak pernah lelah,
Mencari
arti di dunia yang serba susah.
Bulu
putihnya pudar disapu angin malam,
Terselip
debu dari keramaian tanpa henti,
Namun
di matanya tersimpan dalam,
Harapan
kecil yang tetap menyala di hati.
Ia
bukan raja di istana emas,
Hanya
pengembara tanpa tempat pulang,
Namun
langkahnya penuh keberanian tegas,
Melawan
takdir di jalan yang panjang.
Di
bawah lampu jalan ia terus menanti,
Seolah
berharap akan datang kasih,
Meski
kenyataan sering kali pahit sekali,
Ia
bertahan, tanpa mengeluh, tanpa letih.
Di
setiap langkahnya ada kekuatan,
Melawan
sunyi yang bergaung di tengah keramaian,
Ia
berjalan, walau tak ada yang peduli,
Membawa
semangat yang tak pernah mati.
Kucing
jalanan ini bukan sekadar cerita,
Ia
simbol dari jiwa yang tak kenal kalah,
Di
balik tatapannya, ada hidup yang nyata,
Mengajarkan
kita arti sabar dan tabah.

Comments
Post a Comment