Puisi tentang ayah
Ayah, Sang Pilar Kehidupan Ayah, pilar yang tak pernah runtuh, Kau berdiri tegar di tengah badai, Meski lelah sering kali tak terucap, Langkahmu tetap tegap, tak pernah surut. Di pundakmu, beban dunia terasa ringan, Namun di matamu, terpancar keikhlasan, Setiap peluh yang jatuh dari wajahmu, Adalah cinta yang tak terbilang. Kata-katamu, meski kadang singkat, Penuh makna, menjadi petunjuk jalan, Dalam diammu, ada lautan kasih, Yang selalu hadir tanpa permintaan. Ayah, kau bagaikan mentari pagi, Menghangatkan meski tak selalu terlihat, Dengan tangannya, dunia kau ubah, Agar aku bisa bermimpi tanpa batas. Kini, setiap jejakmu ku kenang, Dalam doa yang lirih terucapkan, Semoga langkahmu selalu diberkahi, Seperti langkahmu yang telah memberkahi kami.